Berita
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
TIM FEBI IAIN Langsa ikuti ASEAN ISLAMIC PUBLIC UNIVERSITY SUMMIT AIPUS 2024 di Jakarta
Foto Tidak Ditambahkan
Gambar untuk artikel ini tidak tersedia atau belum diunggah
Jakarta, 1-2 November 2024, World Zakat and Waqf Forum (WZWF) yang berpusat di Kuala Lumpur – Malaysia menggelar kegiatan The 13th Annual World Zakat and Waqf Forum Meeting & Conference di Jakarta Convention Center (JCC) Indonesia. Dengan tajuk “New Zakat-Waqf Global Order – United Global Community Grounded in Justice, Compassion and Shared Prosperity”, event prestisius tersebut diselenggarakan secara paralel dengan kegiatan The Indonesian Shariah Economic Festival (ISEF) yang merupakan hasil kolaborasi kementerian Agama RI, Bank Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional RI dan Badan Wakaf Indonesia. Sebagai bagian dari event tahunan WZWF tersebut juga dihelat ASEAN Islamic Public University Summit (AIPUS) 2024 yang bertujuan untuk menjadi platform bagi akademisi dari Universitas-universitas ASEAN bertukar gagasan terkait kegiatan penelitian dan sekaligus mendorong kolaborasi dan berbagi penelitian di bidang zakat dan wakaf.
Dr. Muhammad Amin, M.A selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Langsa mengungkapkan rasa syukur karena menjadi bagian dari forum dunia untuk mendiskusikan perihal zakat dan wakaf yang dalam Islam sendiri merupakan salah satu aspek krusial dan memerlukan penanganan secara lebih fokus dan serius. Oleh sebab itu, event bergengsi ini dihadiri oleh Rektor IAIN Langsa, Prof. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, M.A, Saya sendiri sebagai Dekan FEBI IAIN Langsa dan Ketua serta Sekretaris Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf IAIN Langsa.
Potensi Zakat yang sangat besar di Indonesia mencapai angka total 327 Triliun Rupiah ditambah lagi potensi Wakaf dan harta keagamaan lainnya menuntut profesionalitas yang tinggi dalam pengelolaannya. Lembaga pendidikan seperti halnya IAIN Langsa tentu berkomitmen untuk berpartisipasi dalam upaya menciptakan sumber daya yang mumpuni dan layak sesuai dengan kebutuhan profesionalitas dunia kerja, imbuhnya.
Ketua Program Studi Manajemen Zakat dan Wakat, Nanda Safarida, M.E yang juga turut hadir dalam event tersebut menggarisbawahi tentang komitmen dan peran akademisi dalam ritme perkembangan dunia zakat dan wakaf yang dinamis yang harus terus diikuti. Hal tersebut dinilai cukup penting, mengingat tanggung jawab seorang akademisi tidak hanya sebagai pendidik namun juga sebagai peneliti yang sekaligus ikut memastikan lahirnya lulusan yang capable dan akuntabel. Karena idealnya usaha pengelolaan harta sangat relevan dengan trust yang tinggi dari semua pihak agar tercapai sustainability seperti yang diharapkan, pungkasnya.
TIM FEBI IAIN Langsa ikuti ASEAN ISLAMIC PUBLIC UNIVERSITY SUMMIT AIPUS 2024 di Jakarta – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Langsa